Tusuk Sate Dusun Sumberdewo
Kerajinan

Tusuk Sate Dusun Sumberdewo

Lokasi

Dusun Sumberdewo

Kegiatan produksi tusuk sate bambu di Desa Sumberejo digerakkan oleh para pengrajin lokal, termasuk Muhammad Alif, yang ditekuni secara konsisten. Komoditas ini memanfaatkan bahan baku utama Bambu Petung (Pring Petung) berukuran besar serta Bambu Rampal yang terkenal lebih padat, tebal, dan bernilai jual tinggi. Proses manufakturnya diawali dengan pemotongan bambu, dilanjutkan penyerutan hingga membentuk batang bundar yang halus dan presisi. Saat musim hujan tiba, pengrajin mengantisipasi risiko jamur dengan menerapkan teknik pengeringan khusus berupa pemanggangan di atas perapian agar bambu tetap hangat dan bebas bercak hitam. Produk tusuk sate yang dihasilkan memiliki beragam variasi panjang, seperti 35 cm, 38 cm, 45 cm, hingga 58 cm. Untuk efisiensi, pengikatan tidak dilakukan dengan menghitung satu per satu, melainkan menggunakan takaran ikatan khusus dengan estimasi kapasitas 1.000 biji per ikat. Produk ukuran 58 cm dari Bambu Petung dipatok seharga Rp12.000 per ikat. Pemasaran produk dilakukan melalui penjualan per ikat maupun sistem timbangan kiloan yang disalurkan ke pengepul besar dan pasar lokal untuk memenuhi kebutuhan usaha kuliner.