Tusuk Sate Dusun Jajang
Lokasi
Dusun Jajang
Industri kerajinan tusuk sate di Desa Sumberejo digerakkan oleh perajin mandiri seperti Bapak Jazuli yang konsisten mempertahankan proses pembuatan tradisional secara teliti. Berbeda dari produk kriya bambu pada umumnya, usaha ini menggunakan bahan baku utama Bambu Petung pilihan, di mana satu batang bambu dapat menghasilkan sekitar 1.000 tusuk. Setiap bagian bambu diolah dan diserut secara manual hingga mencapai ketebalan presisi sekitar 1 mm. Tahap berikutnya adalah penjemuran di bawah sinar matahari hingga kering sempurna guna membuang serabut serta menjaga keawetan bambu. Dikerjakan secara independen sejak pagi hari, kapasitas produksi harian mampu mencapai 4.000 hingga 5.000 tusuk sate maupun tusuk cilok. Seluruh hasil produksi dikemas rapi dalam ikatan berkapasitas 1.000 tusuk. Terdapat tiga varian ukuran utama, yaitu 46 cm seharga Rp10.000, 38 cm seharga Rp6.000, serta ukuran 25 cm seharga Rp20.000 per ikat. Pemasaran hasil kerajinan ini berjalan secara berkelanjutan melalui skema pengiriman langsung ke pengepul lokal di wilayah setempat setiap kali kuota produksi harian telah terpenuhi. Keberadaan usaha ini memperkuat rantai pasok ekonomi kriya lokal sekaligus menjaga potensi kerajinan bambu tradisional Desa Sumberejo.