Tusuk Sate Dusun Krajan
Lokasi
Dusun Krajan
Sentra industri UMKM kerajinan tusuk sate bambu di Desa Sumberejo, khususnya terpusat di Dusun Krajan dan Sumber Dewo, digerakkan secara produktif oleh warga lokal sebagai penopang ekonomi penting di samping sektor pertanian. Menggunakan bahan baku utama bambu biasa, proses pemotongan dan pencacahan dilakukan secara mandiri memanfaatkan mesin cacah rakitan keluarga maupun bilah pisau manual. Aktivitas ini umumnya dikerjakan pada sore hari sebagai usaha cadangan usai warga bekerja sebagai buruh tani. Batang bambu diolah menjadi potongan mentah (cacahan), lalu dijemur di bawah sinar matahari selama dua hari, atau dipanggang di tungku dapur jika cuaca berawan. Hasil cacahan kering diikat rapi dalam satuan gendel berukuran 33 cm, 43 cm, 50 cm, hingga 55 cm, dengan harga berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per ikatan. Kapasitas produksi per rumah tangga mampu mencapai 10 gendel per hari atau sekitar 100 gendel per minggu. Produk cacahan mentah ini mayoritas diambil oleh tengkulak untuk menjalani tahap penghalusan (serut) dan pembentukan akhir sebelum dipasarkan. Meski demikian, para pengrajin juga sangat terbuka melayani pesanan langsung dari pembeli luar secara mandiri.