Tomat
Lokasi
Dusun Jajang
Sektor pertanian di Desa Sumberejo didukung oleh budidaya komoditas Tomat Serpo (Sirpo) yang dikelola secara mandiri oleh petani lokal seperti Pak Aziz. Menggunakan sekitar 3.500 bibit untuk lahan dua pak, tanaman tomat sayur ini membutuhkan masa tanam hingga panen selama kurang lebih tiga bulan. Dalam proses perawatannya, petani menghadapi tantangan irigasi musim kemarau yang harus dilakukan secara manual dua hari sekali menggunakan jerigen sangkletan gendong akibat ketiadaan mesin pemompa air. Selain itu, pengendalian hama ulat membutuhkan biaya pestisida sekitar Rp200.000 per botol. Meskipun pemupukan kerap terkendala akibat keterbatasan modal, tanaman ini tetap mampu menghasilkan buah berukuran besar yang segar. Sistem pemasarannya bergantung penuh pada transaksi dengan tengkulak. Harga jual tomat sangat fluktuatif, berkisar dari harga terendah Rp1.000 per kilogram yang hanya menutup biaya kuli panen, hingga mencapai harga normal Rp6.000–Rp7.000 dan puncak harganya Rp15.000 per kilogram. Hasil panen segar ini kemudian didistribusikan ke pasar tradisional di wilayah Tumpang dan Wajak, sementara buah yang busuk langsung dibuang di area lahan.