Ayam Potong
Peternakan

Ayam Potong

Lokasi

Dusun Sumberdewo

Potensi komoditas peternakan di Dusun Sumber Dewo, Desa Sumberejo, digerakkan oleh Pak Ahmad Subeki melalui usaha peternakan ayam potong (broiler) dengan sistem semi-mandiri. Berbeda dari sistem kemitraan yang memanen ayam pada umur 35 hari dengan bobot 20–22 ons (2–2,2 kg), Pak Subeki mengelola peternakan secara mandiri dengan masa pemeliharaan minimal 40 hari. Langkah ini bertujuan mengejar bobot ayam yang lebih besar, yaitu minimal 25 ons (2,5 kg) hingga lebih dari 3 kg per ekor, guna memenuhi spesifikasi khusus pasar lokal seperti pedagang bakso, warung sate, dan jagal kampung. Dengan populasi sekitar 4.000 ekor per periode dan tingkat kematian maksimal 200–300 ekor, peternakan ini mampu menghasilkan pasokan sekitar 3.700 ekor atau setara 10 hingga 15 ton daging ayam per siklus panen. Efisiensi biaya operasional dijaga melalui penggunaan bibit DOC Grade A serta kombinasi pakan starter dan pelet yang memiliki selisih harga Rp30.000–Rp40.000 per sak. Hasil panen disalurkan melalui mitra broker ke pasar tradisional di wilayah Wajak, Turen, Dampit, Bululawang, hingga Rumah Potong Ayam (RPA) Surabaya.